Mengingat kebaikan Tuhan

Mengingat kebaikan Tuhan

Sudah lama sekali saya ingin berbagi cerita tentang kebaikan Tuhan dan kejadian yang hebat bagi hidup saya dan suami saya. Terlalu banyak sampai ga tau harus memulai darimana. Ini hanya sedikit kisah yang melekat kuat di pikiran saya yang ga bisa dilupakan.

Sekitar tahun 2011-2013 adalah masa tersulit kami dimana kondisi kesehatan suami saya tidak baik dan dimana awalnya kami berdua bekerja sebagai karyawan tetapi situasi mulai berubah saat sayapun ikut berhenti supaya bisa menemani suami dirumah jika terjadi hal darurat saya bisa standby jadi otomatis mempengaruhi ekonomi keluarga. Pemasukan berkurang, tapi biaya hidup terus berjalan bahkan bertambah karena biaya berobat. Justru dalam kesulitan dan terpurukan hidup kami jadi semakin bisa melihat dan merasakan kebaikan Tuhan dan hebatnya kejadian hidup kami bersama dengan Tuhan. Kami tahu kalau hidup kami berada di TANGAN YANG TEPAT, hidup kami berada dalam kendaliNya Tuhan dan tidak dibiarkan kami jatuh sampai ga bisa bangkit lagi.

Waktu awal-awal sakit suami saya harus bolak balik kontrol ke dokter dan dokter ini selalu memberikan kami free atas jasanya (saya sedikit mendengar dokter bilang ke susternya untuk sampaikan ke kasir supaya dikasi free), jadi kami hanya bayar admin rumah sakit sekitar Rp35.000 (kalau ga salah ingat, yg pasti ga sampai Rp50.000), dan saat dokter ini kasi free tentu saja saya kaget, dan itu berlangsung beberapa kali saat kondisi ekonomi dalam keadaan sangat buruk sekali. Kemudian saat kondisi ekonomi mulai sedikit membaik, dokter ini kasi diskon 50% atas biaya jasa dokternya. Dan saat ekonomi kami sudah benar-benar stabil, saya ditagih full 100% jadi ga dikasi diskon lagi..(kog jadi 100%?? Heraan....). Kami sama sekali tidak pernah cerita kondisi keuangan kami, nyinggung sedikitpun ga, kenal dokter hanya sebatas dokter dengan pasien. Awalnya saya ga sadar, tapi belakangan ini tiba2 pikiran saya diingatkan urutan kejadian ini, wow i feel amaze with Him, Jesus Christ is My God, You Are Awsome...Tuhan yg Baik menunjukkan KeajaibanNya.

Tahun 2013 tiba-tiba papi mertua saya sakit jadi harus dirawat di rumah sakit dan tabungan yang kami sisihkan mau tidak mau harus dipakai untuk biaya rumah sakit. Saya pribadi sebenarnya sedikit agak takut karena tabungan ini adalah uang darurat jika suami saya tiba-tiba drop (amit2 tolak nama Yesus) dan butuh dana untuk rumah sakit. Jadi saya berdoa Tuhan tolong beri kekuatan ekstra buat suami saya supaya jangan drop karena setiap hari selama papi mertua diopname saya dan suami bolak balik rumah sakit. Jadi pagi itu sekitar jam9 semua dana di rekening ditarik semua untuk biaya rumah sakit, sisanya dibawah Rp50.000 yang sudah ga bisa ditarik lagi dari ATM. Uang di dompet kami hanya cukup untuk makan siang, besok gimana? Kami belum sempat mikir, nanti baru pikirkan lagi. Ajaibnya 1 jam kemudian di jam10 pagi saya diinfokan dari customer kami (project PLN) kalau dia sudah transfer DP untuk pemesanan barang. Hati lega dan kami tau ini bukti pertolongan Tuhan yang tidak pernah terlambat. Ohya selama papi mertua kami sakit kerjaan kami terbengkalai jadi kami hanya layani calon customer semampu kami, tidak bisa maksimal seperti biasanya. Tetapi sekali lagi Tuhan punya banyak cara untuk menolong kita.

Selama masa kesulitan kami berlangsung 2-3tahun dimana hampir setiap bulannya kami sering menerima transferan masuk yang tidak diketahui dari siapa tapi karena kami merasa bukan hak kami jadi kami ga pernah pakai. Dan anehnya ketika keadaan kami membaik, badai dilewati kejadian transferan yang tidak diketahui asalnya tidak pernah kami alami lagi. Ohya kami tidak pernah meminta bantuan kepada siapapun untuk masalah ekonomi.
Tidak ada yg benar-benar tau bagaimana kami menjalani hari-hari dengan mengandalkan Tuhan dan berusaha mencukupkan diri.

Tentu saja saya bersyukur masih bisa belanja sayuran dengan uang Rp10.000/hari, apa yg bisa dibeli? Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, buncis atau lainnya ditambah tahu/tempe, menu itu yang diselang-seling. Kalau yang pernah ke pasar pasti tau harga sayuran 1 ikat Rp3.000-5000, tahu tempe juga sama jadi beli 1-2 potong saja untuk makan 1hari. Kami bersyukur masih bisa memberi makan kepada tubuh jasmani kami. Untuk hidup tubuh manusia hanya butuh sandang, pangan, papan, jadi kami tidak berkekurangan. Tuhan cukupkan semuanya, kami ga pernah kelaparan, ga kepanasan/kehujanan, kami masih punya pakaian, punya tempat tinggal.  Saya bersyukur karena di saat seperti itu saya dan suami setiap harinya masih bisa berkata: "Terima kasih Tuhan untuk hari ini, untuk nafas yang Kau beri, terima kasih untuk makanan, tempat tinggal, terima kasih Tuhan masih menyertai kami".

Kalau saya melihat ke belakang bagaimana perjalanan yang sudah kami lalui, saya teringat lirik lagu kesukaan saya.

Betapa ajaib
Dan dahsyatnya Tuhan kejadianku
Kau menenun diriku
Serupa gambaranMu
Sungguh berharga
Di mataMu Tuhan kehidupanku
Kau membawa hatiku mendekat
Erat dengan hatiMu

Kumengangkat wajahku
Memandang keindahanMu Yesus
Syukur bagi kesetiaanMu
Di sepanjang hidupku
Dan kuangkat tanganku
Ke tahta kasih dan karuniaMu
Tak sekalipun Kau tinggalkanku
Yesus sahabatku

Saya berdoa untuk setiap yang baca kisah saya. Tuhan adalah Allah yang setia, Dia Ada, Dia Nyata. Jika kamu pernah mengalami kebaikan Tuhan maka ingatlah kebaikan Tuhan yang pernah kamu alami, dan Tuhan akan melakukan kebaikanNya lagi, lagi, dan lagi karena Dia Allah Setia yang selalu ingin menyatakan kebaikanNya.
Jika kamu belum pernah mengalami mukjizat kebaikan Tuhan secara langsung, maka mintalah dan saya berdoa supaya kamu mengalami langsung kebaikan Tuhan.
Semoga kisah saya dapat menjadi berkat dan memberi kekuatan bagi kalian yang sedang dalam keadaan terpuruk ga berdaya. Percayalah Dia Tuhan yang ga akan tinggal diam. Dia Bapa tau yg terbaik untuk anak2Nya. Jika ayah di dunia saja tahu pemberian yang baik untuk anaknya, apalagi Bapa di Surga terlebih lagi tahu pemberian yang terbaik untuk anak2Nya.