Kumpulan cerita yang baru sempat ditulis


05 Maret 2017

Belakangan ini isi khotbah tentang PROSES.
Tuhan suka yang namanya proses.

Saya jadi keingat semuaaa hal yang telah dilalui beberapa tahun lalu ada saat dimana ga berdaya sama sekali, hanya berserah dan hanya melakukan apa yang masih bisa dilakukan.
Sampai suatu waktu saya keingat ayat 1kor10:13 isinya; Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Pointnya bukan pada Allah yang setia, bukan pada jalan keluar tapi pointnya adalah "Pencobaan Biasa". Jadi intinya Tuhan mau bilang "apa yang kamu alami itu hal biasa," seolah-olah Tuhan tepuk pundak saya (tapi serasa tiba2 kaget krn saat itu sdg konsen dengerin khotbah) dan bilang itu hal biasa leng, its oke, everything will be oke.
Sampai saat ini  Proses masih terus berjalan karena saya masih hidup di dunia dan "proses" selalu membawa kita semakin semakin semakin paham betul apa itu berserah total dari hari ke hari tapi fokusnya bukanlah proses, fokusnya bukan pada pencobaan tapi fokusnya adalah Tuhan Sang Pencipta kehidupan.

Semua orang di dunia ini menghadapi hal yg sama yaitu "MASALAH" tetapi FT bilang: "pencobaan yg kamu alami adalah pencobaan yang biasa"  Semua sudah sesuai takarannya.

Tidaklah tepat jika kita membandingkan masalah kita dengan masalah orang lain ataupun sebaliknya karena Tuhan Sang Pencipta Manusia sudah mengetahui takaran kesanggupan ciptaanNya. Tidak mungkin seorang anak berumur 2tahun diminta membawa beras 20kg oleh orang tuanya. Apalagi Tuhan yang lebih tau kesanggupan ciptaanNya.

Ada beberapa pertanyaan dalam hidup saya yang sampai sekarang tidak ada jawabannya tetapi waktu saya melihat perjalanan hidup kami bahwa Tuhan selalu menyertai, DIA Tuhan selalu ada di segala keadaan, baik susah maupun senang. Tuhan mampukan kami untuk melewatinya.
Mengetahui "ITU SAJA" sudah CUKUP. Kadang merasa tidak perlu jawaban lagi.

"Tuhan, tony ga tau harus gimana lagi".
Ini doa yang tony naikan sekitar 4tahun lalu waktu kondisi terpuruk (beban sebagai seorang suami yang ambil anak perempuan orang dimana sudah berjanji untuk membahagiakan tetapi dibawa kesusahan dengan sakit tdk bisa sembuh, tdk bs bekerja, biaya kebutuhan hidup maupun berobat diperlukan, tidak berdaya) Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya, sisanya hanya air mata dan tangisan kami berdua di hadapan Tuhan (saat kami doa bersama sebelum tidur). Terlalu berat sampai hanya bisa nangis dan tidak ada kata2.
Setelah doa tidak dalam sekejap masalah hilang, tetapi hari demi hari mampu dilewati dan kami percaya kalau itu karena kesanggupan dari Tuhan selama tetap berdoa dan lakukan FirmanNya.
Dalam kelemahan kami maka Kuasa Tuhan menjadi sempurna, baik bagi kami maupun bagi orang lain yang melihat hidup kami.

Kalau ditanya orang: "moment apa yang paling indah berkesan selama bersama suami?"
Maka akan saya jawab: "saat kami pegangan tangan, pelukan, nangis waktu lagi doa. Keadaan terpuruk menjadi moment paling indah karena disitu sehati dalam iman percaya akan penyertaan Tuhan" ga terasa lagi beratnya tapi memiliki pasangan yang sehati.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »