Masa kecil

Saya anak ke3 dari 3 bersaudara. Saya punya 2kakak laki-laki yang baik sekali dan sayang banget sama adiknya, malah bisa dikatakan kakak saya yang pertama menggantikan peranan orang tua karena Papa bekerja dan tinggal di Semarang sedangkan saya, kedua kakak dan mama saya tinggal di Jakarta. Kami berasal kami perekonomian yang sulit sekali.

Dan mama kami berbeda dengan mama umum normal lainnya, agak sulit saya jelaskan kondisinya, bukan sakit fisik, mungkin ada masa lalu yang pahit sehingga membuat mama kami berbeda tetapi bisa beraktivitas seperti mencuci, mandi, makan.
Sekitar beberapa bulan Nenek saya ada datang untuk membantu merawat kami, jadi menggantikan apa yang menjadi tugas dan tanggung Mama. Sekitar umur 6 atau 7tahun saya diajari masak nasi, cuci baju, bersih-bersih rumah. Sampai sekian waktu tertentu Nenek saya akan nginep dirumah anaknya yang lain, saya tidak tahu cerita lengkapnha. Waktu itu Pernah saya sakit tipes, Nenek saya datang lagi untuk merawat saya karena sedang sakit.
Saya ingat sekali waktu sakit tipes, kakak saya tidak punya uang untuk mengobati saya. hampir terlambat diobati dan seharusnya di opname tetapi karena tidak ada uang akhirnya dibawa pulang dengan berobat jalan, saya sempat melihat kakak pertama saya menangis karena lihat adiknya sakit tetapi tidak berdaya, ohya kakak saya saat itu masih sekolah SMK.
Dan waktu kakak pertama saya sudah lulus sekolah dan bekerja, dia selalu berusaha memberikan makanan bergizi buat adik-adiknya dan mengajarkan hal-hal baik dirumah. Saya masih ingat waktu itu saya dapat jatah jajan uang sekolah Rp1.000. Tetapi karena mau memberikan makanan bergizi maka kakak pertama saya membelikan roti tawar dan susu, bagi kami itu adalah makanan termewah, kami bisa makan itu dengan syarat uang jajan menjadi Rp700 karena harga roti dan susu mahal. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah kakak pertama saya siapkan sarapan dengan roti+susu, kadang roti+telor goreng.
Kakak pertama saya juga menjanjikan akan memberikan tambahan jajan untuk kami (saya dan kakak kedua) kalau setiap hari bersih-bersih rumah, saya bergantian membersihkan rumah dengan kakak yang kedua. Misalnya saya pel, dia menyapu atau sebaliknya, hari ini saya cuci baju, besoknya kakak saya yang kedua dan . Tapi lama-lama kakak pertama saya bilang seperti ini: "besok-besok tidak ada tambahan ung jajan bersih-bersih ya, kan ini tempat tinggal kita juga, kalau bersih kan enak." Jadi bersih-bersih rumah menjadi kewajiban kami. Very proud to my old brother, thanks for your love and sacrifice
Saya pernah dengar dari cerita pacar (sekarang sudah menjadi istri) kakak pertama saya kalau kakak pertama saya sampai 3 atau 5 bulan nunggak bayar uang sekolah jadi sering dicubit melilit dan disuruh pulang oleh guru, pernah liat kakak saya nangis waktu liat saya nangis karena mengejar Papa saya dari belakang waktu Papa mau balik ke Semarang karena ga tega lihat saya masih kecil lari-lari kejar Papa.
Nah karena Nenek saya tidak selalu bersama dengan kami, kadang kami tidak terurus. Saya ingat sekali ada saat dimana dirumah tidak ada makanan, saya banyak ditolong tetangga juga, mereka sebenarnya tidak tau kalau dirumah kami tidak ada makanan tetapi karena masih anak-anak saya sedang main dirumah teman jadi orang tua mereka yang adalah tetangga saya dan kebetulan itu jam makan mereka dan bertanya ke saya sudah makan belum dan mereka tawarkan jadi saya sering makan dirumah tetangga.
Kelas 5 atau 6 SD setiap siang disuruh beli sayur di rumah makan atau ambil sayur di rumah pacar kakak pertama. Hari minggu karena libur bisa masak beberapa macam sayur yang gampang.
Masa kecil yang tidak akan pernah bisa saya lupakan, bagaimana sulitnya, bagaimana perjuangan seorang kakak untuk menjaga, merawat, menyayangi adik-adiknya. Saya pun percaya semua kehidupan selalu ada dalam kendalinya Tuhan, begitupun keluarga kami.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »