Jika ada yang bilang bahwa manusia hanya bisa merencakan tetapi Tuhanlah yang menentukan, ini memang tepat sekali.
Dulu sebelum menikah saya bersama pasangan menyiapkan keperluan baik untuk acara pernikahan maupun tempat tinggal untuk kami kelak tinggali bahkan kami sudah membicarakan kelak berapa jumlah anak yang akan kami miliki. Kami siapkan pesta pernikahan sederhana dan semua berjalan dengan lancar sampai hari H. Tempat tinggal juga sudah kami beli dengan beli perabot seadanya, saat itu perabot yang bisa kami beli adalah lemari baju, lemari sepatu, kasur ranjang 1set, itu saja. Bersyukur dikasi hadiah pemberian dari orang tua kami berdua ada meja makan, bufet, sofa dan meja untuk ruang tamu, kipas angin, kompor, setrikaan. Dari teman-teman suami saya dikasi kulkas. Lengkap sudah rumah kami. Tuhan punya banyak cara untuk memberkati anak-anaknya. Karena dana sudah habis untuk bayar Dp rumah dan biaya pernikahan maka rice cooker sudah ga sanggup beli jadi kebelinya saat keesokan hari setelah pesta nikah dapat angpao langsung beli deh rice cooker😁😁.
Ok kita lanjut kejadian setelah menikah di awal tahun pertama saja sudah banyak kejadian yang terjadi dalam perjalanan pernikahan kami. Yaitu TN (inisial nama suami) sakit drop, memang sebelumnya TN ada sakit yang disebut miasthenia gravis atau kelemahan otot syaraf. Orang kalau uda sakit kemudian ga bisa kerja (kerja bisa tapi ga bisa berat2) sedangkan biaya terus berjalan malah bertambah karena perlu biaya berobat. Penyakit ini tidak bisa sembuh kecuali memang Mukjizat Tuhan. Dari sakit ini efek ke kehidupan kami sangat besar malah merambat kemana-mana bisa sampai ke masalah ke keluarga, pelayanan kami di gereja, aktivitas kami, kalau keuangan sudah pasti. Puji Tuhan sampai hari ini sudah 6tahun 4bulan masalah keuangan sudah membaik, pelayanan kami bisa dengan cara lain, masalah keluarga masih berlanjut, aktivitas perlahan mulai tau cara mengatasinya.
Masalah selanjutnya adalah harapan kami untuk memiliki baby juga butuh perjuangan yang sangaaaaatttttt panjang. Kalau ada para pasangan yang mudah hamil betapa beruntungnya mereka. Kami ga pernah menyangka betapa sulitnya untuk memiliki baby dalam pernikahan kami ini. Tenaga, waktu, biaya, pikiran, tercurah besar bahkan rasa lelah jenuh lesu jatuh bangun up and down semangat kami entah sudah berapa kali. Hari ini 4 juni 2017 adalah masa dimana kami sedang menjalani persiapan freeze embrio transfer setelah kegagalan bayi tabung pertama gagal. Semoga Tuhan bermurah hati dan membuat kami dipercayakan menjadi orang tua untuk anak-anak yang kami lahirkan.
Tidak pernah terpikirkan bahwa pernikahan kami akan mengalami perjuangan besar untuk memiliki baby, karena mama saya sangat mudah hamil dan melahirkan jadi saya ga pernah terpikirkan akan mengalami hal semacam ini begitu juga dengan mertua saya mudah sekali untuk mempunyai anak. Awalnya kami mengira akan mudah dan malah mau punya anak 4. Ini 1 aja belum juga. Oh my God how can it be..... tapi ya itu manusia hanya merencanakan tetapi Tuhanlah yang menentukan.
Karena kita tahu bahwa hidup kita sudah ditentukan Tuhan, keputusan akhir di tangan Tuhan maka janganlah lepas/putus berharap kepada Tuhan karena Dia Tuhan yang Maha Kuasa, Dia berdaulat, Dia mampu melakukan apapun. Jangan jemu berharap dan berdoa!!!
Tuhan memberkati kamu yang membaca ini.